dreams

Minggu, 18 Juli 2010

My DIARY (bunch of laughs and tears)

BELUM SIAP

Saya memang decision maker yang buruk
Saya memang petarung yang payah
Saya memang pecinta yang tidak sempurna
Saya memang anak yang kurang berbakti
Saya memang cuma manusia
Dan untuk memilih, melepaskan, dan melupakan....
Saya belum siap!!!

Sabtu, 17 Juli 2010

LEMON BISCUITS

Me & My Tomodachi...(1)

A Lonely, lonely, lonely saturday night, gumamku. Kutebarkan pandangan ke setiap sudut rumah. Tak ada siapa-siapa. Kuputuskan untuk duduk sesaat memikirkan hal menyenangkan yang paling masuk akal yang mungkin dapat kulakukan untuk menghabiskan waktu yang terasa berjalan lambat ini. Namun, bukannya ide-ide cemerlang yang terlintas dikepalaku, melainkan perasaan sepi yang sedang mencari kambing hitamnya.
Hari sabtu ini adalah weekend yang cukup kutunggu-tunggu. Aku sudah hampir seminggu merencanakan weekend berdua yang seru. Namun, rencana tinggal rencana. Dia sudah disibukkan dengan agenda weekend dengan teman-temannya. Alhasil, inilah aku meratapi nasib, tak tahu harus bagaimana. Aku takkan merengek karena aku cukup mengerti dia punya hak untuk menghabiskan waktu dengan teman-temannya.

Aku menjadi sedikit iri melihat tayangan di televisi. Beberapa gadis sedang berbagi cerita seru tentang ini dan itu yang tak ada habisnya. Lalu sesekali mereka tertawa saat memperhatikan gerak-gerik aneh seorang pemuda yang coba mendekati. Fiuhh...., mungkin memang cuma adegan singkat di film tapi cukup membuatku rindu pada sesuatu. Aku rindu sahabat-sahabatku. Aku rindu segala topik yang kami bicarakan bersama sambil menikmati biskuit lemon dan menonton serial Korea. Yup, drama korea yang dikejar sampai ngantri dan rebutan sama ‘jutaan’ orang di sebuah gang di Jl. Moses Gatot Kaca dan fantasinya cukup untuk membuat kami ikut-ikutan heboh seolah-olah tahu isi hati Rain pada Song Hye Kyo (Cuihh)!

Waktu menunjukkan pukul 21.30, bahkan tak ada kabar darinya. Disaat-saat seperti inilah aku sering merasa tak penting. Seolah tak ada seseorang untuk dikabari dimana, sedang apa, dan akan kemana. Aku tahu dia akan menempuh perjalanan cukup jauh dengan teman-temannya. Aku pikir, normalnya, dia tahu bahwa aku cukup khawatir. Lalu apa salahnya memberi kabar?. Kecewa. Mungkin itu yang kurasakan. Tapi, aku sadar, sifat yang tak ingin terikat terus adalah bagian yang tak bisa terpisahkan dari dirinya. Maka konsekuensi menyayangi seseorang adalah menerima itu.

Pikiranku kembali ke suatu hari, tiga tahun yang lalu. Saat itu kepalaku penuh sesak membayangkan harus berpisah dengan orang-orang yang aku sayangi. Meninggalkan Jogja sama seperti meninggalkan rumah bagiku. Meninggalkan mereka sama seperti kehilangan separuh semangat hidupku. Dan di saat-saat seperti inilah, aku merasa benar-benar kehilangan. Kehilangan orang-orang yang menganggapku ada dan bernilai. Aku kesepian.
Aku rindu masa-masa itu. Membahas novel baru, fashion terkini, sampai pria aneh yang mengejar-ngejar di Kampus. Aku ingin kembali ke masa-masa itu. Saat mereka selalu ada saat aku kesepian. Aku rindu sahabat-sahabatku, masa-masa itu, dan biskuit lemon.

Aprilia Nurmala Dewi
Sinjai, July 10th 2010
21.48

DEADLINE OH DEADLINE...

Dulu, sebelum akhirnya bekerja di kantor saya sekarang, tidak pernah terlintas sedetik pun untuk jadi Pegawai Negri Sipil. Stereotype negatif dan gambaran umum yang sering saya dapatkan membuat saya sangat ogah kalau harus menjadi PNS. What the hell should i do? pikir saya waktu itu. Tapi, saya nggak tahu apa namanya, sudah jodoh saya atau bagaimana, disinilah saya pada akhirnya; menjadi staf di instansi pemerintah.
Kalau akhirnya saya pelan-pelan bisa menikmati pekerjaan ini, maka dua alasan utamanya adalah suasana kerja yang menyenangkan dan tugas menulis yang diberikan atasan pada saya. Yup, alasan kedua menjadikan saya merasa (at least) sedikit menemukan diri saya yang dulu. Saya suka menulis sejak masih duduk di bangku SD. Waktu luang saya dihabiskan dengan menulis, menulis, dan menulis. Walaupun genre tulisan saya sekarang dengan yang dulu sangat jauh berbeda, tapi saya sudah cukup lega dengan tetap bisa menulis.
Dari fiksi bernuansa Korea dan Jepang, kini saya beralih ke berita atau advetorial penting mengenai kebijakan dan kegiatan pemerintah daerah. Dari imajinasi ke fakta yang gak boleh main-main. Akhirnya berkenalanlah saya dengan apa yang orang sebut deadline.
Berhubung advetorial yang kami pegang harus terbit tiap senin, maka wiken saya lebih banyak tersita untuk mengejar deadline minggu siang. Mulai dari menulis advetorial sampai mencari foto-foto yang sesuai. Kedengarannya sih gampang, tapi pada prakteknya lumayan ribet juga. Bayangin kalau harus mempromosikan suatu instansi sementara saya sama sekali buta tentang instansi tersebut dan segala programnya. Alhasil, saya dan teman pernah begadang dikantor orang demi mencari narasumber.
Sedikit-sedikit deadline....begitu mungkin keluhan orang-orang yang sering saya batalkan janjinya. Mulai dari undangan teman sampai ke acara piknik bersama sudah sering dilewatkan untuk deadline. Mengeluh? well, a little. Kadang merasa tertekan dengan schedule, tapi justru pekerjaan menulis ini yang membuat saya merasa menjadi diri saya di kantor. That's why, saya tidak pernah berpikir kalau deadline-deadline itu membebani saya. Walaupun, keluarga dan pacar pernah mengeluhkan urusan deadline ini. Ortu sering kebingungan melihat saya keluar malam untuk urusan 'deadline'. Mereka sering merasa aneh dengan aktivitas saya yang sudah seperti wartawan gak jelas :). Saya juga bingung harus menjelaskan dengan cara apa, apalagi kadang keluarga saya berpikir dengan gaya berlabel konservatif. Malah, pacar saya pernah complain dan bilang kalau saya cuma mementingkan berita dan berita. Kalau lagi mood, dia cuma bercanda dan bilang kalau saya ini lebih mirip wartawan daripada pns hahahaha....!
Well, hari ini pun sebenarnya saya kepentok deadline, tapi cuaca yang tidak bersahabat membuat aktivitas jadi terhambat. Kalau sudah begini, saya jadi suka menyalahkan diri sendiri yang memang kadang agak pentium 1 dalam mengerjakan advetorial. Sifat manja pun harus saya babat habis. Kalau deadline dah mengejar dan gak ada partner untuk menemani bertualang mencari bahan, saya kelimpungan. Akhirnya, saya sendiri yang dibuat bingung dan ribet dengan hal ini. Saya cuma berdoa semoga cuaca lebih bersahabat dan saya bisa menyelesaikan kerjaan saya malam ini juga....

Sabtu, 26 Juni 2010

Lagi suka dengerin Going Crazy Waiting

Yang Lagi Seru ...(1)


Korean Big Mama's Going Crazy Waiting...coz lagunya bagus, suarax Big Mama keren, dan pas bgt buat org yg ditinggal sebulan hikz....wish i could post the video...


SOMETIMES I FEEL...

We are totally different, totally mad, totally stupid, totally in luv...aren't we?

Jumat, 18 Juni 2010

My Daily Bento

Yang Lagi Seru ...(2)

Suatu hari my bf menyadarkan betapa borosnya saya! Dalam seminggu, saya bisa ngabisin hampir setengah gaji...GOSH!!! Saya pun mikir2...habis buat apa aja tuh duit? padahal i couldn't even mention a visible 'thing' yg mungkin bisa jadi alasan kenapa duit saya cepat banget lenyapnya. So, i decided 2 make a list, pengeluaran sehari2 yg cukup menguras dompet. Finally, saya nyadar kalo duit saya sebagian besar abis buat makan di luar. Selain gak ada waktu + malas bolak-balik kantor-rumah buat lunch, saya juga emang mulai ga' enjoy bertualang sama resep seperti dulu (mungkin krn hectic mikirin yg lain hehe....). Couple days ago, saya ngebaca suatu rubrik keuangan di sebuah majalah wanita. Disitu, salah satu trik untuk menghemat gaji yg mepet adalah dgn bawa lunch ke kantor. Saya jadi inget obrolan jadul sm Bunda. Bunda pernah bilang pengen banget bisa meluangkan waktu buat nyediain bento buat anak2nya kalo dah pada kerja, just like what Oma did to mom when mom first started her job (jadi terharu). Sayangnya, saya tinggal miles away from mom. Jadi, saya pikir...it's time 2 have my own bento.
Hari pertama cukup ribet karena saya sdh lama gak berkutat dgn dapur dan tetek bengeknya, hari kedua saya mulai kembali ke hobi saya menyusun menu dan akhirnya saya pikir i'll enjoy planning the recipes...seruuuu!! Jadilah saya sekarang lbh semangat dgn rutinitas ber-bento ria ke kantor. Semoga bisa terus dinikmatin n jadi lebih hemat...so i can afford some fancy shoes and great trips one day...Amiiiin!!!